Posted on Juli 1, 2008 by airsalju
Mungkin selama ini aku merasa seakan baik-baik saja, merasa sudah jadi orang yang baik, orang yang disibukkan dengan pemikiran-pemikiran yang dewasa. Merasa seakan-akan jadi orang yang bermasalah dalam hidup. Tapi, apa? Apa? Apa yang sebenarnya ada pada diriku. Apa baiknya diriku? Di ujung kehancuranku, akhirnya aku tersadar. Betapa aku ini orang yang begitu banyak kesalahan. Sangat banyak yang harus ku benahi.
Alhamdulillah, atas petunjuk-Nya, tampaklah padaku diriku. Betapa diri ini penuh dengan kekurangan dan kesalahan.
Sekali waktu, kita harus memberanikan diri untuk menuliskan kekurangan, kesalahan, dan keburukan-keburukan yang ada dalam diri kita sendiri. Kita coba untuk merendahkan diri ini dengan apa yang kita tuliskan di kertas itu. Maka apabila kita benar-benar merengkuh hati ini sedalam-dalamnya, sekuatnya. Maka tampaklah apa yang selama ini tidak kita sadari telah menggerogoti diri ini. Hati, pikiran, dan jiwa ini.
Ketika tampak benih ulat-ulat yang telah menggerogoti apel hati ini yang sepertinya tampak baik dari luar, maka kita mulai bisa berusaha memunguti ulat-ulat itu dan membuangnya. Dan itu tidak akan tampak kalau kita tidak membelah apel ini.
Dengan mengetahui kekurangan-kekurangan kita, kita akan bisa memulai berusaha untuk memperbaiki diri. Kalau kita selalu merasa diri ini baik-baik saja, dan enggan untuk melihat jauh ke dalam hati dan pikiran kita, maka kita tidak kan tau.
Kalau kita bersyukur kita merasa baik-baik saja, tapi kita akan lebih bersyukur kalau kita tau dan sadar akan kesalahan dan kekurangan kita. Sehingga kita bisa berusaha memperbaiki diri.
DIarsipkan di bawah: renungan | Ditandai: ulat, apel, instrospeksi, kesalahan | Leave a Comment »
Posted on Juli 1, 2008 by airsalju
Tidak berpikir untk jadi sempurna. Tapi, jadi lebih baik, itu harus.
Maksud perkataanku itu,nggak sesempit keliatannya. Itu memang pendek katanya.
Itu berlaku dalam segala hal, dan memang udah terbukti pada diriku, dalam kehidupanku. (Yaa, kita ambil aja pelajaran dan hikmah dari pengalaman yang udah ada).
Kata “Tidak berpikir untuk menjadi sempurna”, ini dimaksudkan kesempurnaan dalam segala hal dalam hidup ini.
Nggak hanya pelajaran aja. Selain itu, ketika aku terlalu berambisi untuk jadi yang terbaik, malah kehancuran yang ku rasakan. Dan mungkin timbul:
- Terambisi jadi nomor #1
- Semangan kebencian
- Berusaha tampak baik dengan menghancurkan orang lain
- Takut kekalahan
- Sulit menerima kekalahan
- Mudah jatuh(Down) oleh kesalahan kecil
- Disibukkan diri sendiri
- Selalu dalam keterpaksaan
- Tak pernah tenang
- Dibayang-bayangi kehancuran
- Merasa berat berpikir
- Berpikir singkat
- KACAU.
Tapi kalau berhenti di situ, kan sepertinya aku melepas motivasi begitu aja.
Jadi selanjutnya, “Lebih baik itu harus”. Ini bukan berarti aku harus selalu mengungguli orang lain. Tapi dalam artian aku harus berusaha untuk menjadi lebih baik dari aku yang sebelumnya. Sekali lagi ini berlaku dalam segala hal. Bukan hanya pada nilai pelajaran aja. Kalau misal aku dah dapat ranking satu, truz gue musti ngapain. Nah lo..
Jadi gue harus tetep berusaha ningkatin nilai, baik secara kuantitas maupun kualitas Ilmu pengetahuanku.
Dan Kesombongan Manusia Adalah Kehancuran
DIarsipkan di bawah: motto, mutiara kata | Ditandai: baik, kata, lebih, lebih baik, mutiara, mutiara kata, pikir, sempurna | Leave a Comment »
Posted on Mei 30, 2008 by airsalju
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 1 Komentar »